Autoimun adalah Penyakit Akibat Disfungsi Sistem Imun

Sistem imun adalah garda terdepan dalam perlawanan tubuh terhadap patogen. Namun dalam kondisi tertentu, mekanisme pertahanan ini justru berbalik merusak jaringan tubuh sendiri. Fenomena yang sering dikenal sebagai autoimun ini terjadi akibat sistem imun yang menambahkan ‘fungsi’ baru ke dalam sel-nya sendiri: untuk mengenali sel-sel tubuh lainnya sebagai musuh yang perlu dibasmi.

Autoimunitas: Serangan “Salah Sasaran”

Penyakit autoimun seperti lupus erythematosus dan artritis reumatoid terjadi ketika sel T atau antibodi (misalnya IgG) gagal membedakan self dan non-self. Faktor genetik (misalnya alel HLA-DR4) dan lingkungan (seperti infeksi Epstein-Barr virus) memicu aktivasi limfosit autoreaktif (Smolen et al., 2016). Kerusakan jaringan kronis yang dihasilkan memperlihatkan paradoks sistem imun: proteksi vs. destruksi.Â

Pada kasus penyakit autoimun, sistem imun tidak hanya gagal menjalankan tugasnya yaitu melindungi sel diri sendiri, tetapi juga menjadi ancaman langsung yang membahayakan nyawa.

Referensi:

  • Cunningham, M. W. (2019).Molecular Mimicry, Autoimmunity, and Infection.Microbiology Spectrum.
  • Davidson, A., & Diamond, B. (2001).Autoimmune Diseases.NEJM.
  • Smolen, J. S. et al. (2016).Rheumatoid Arthritis.The Lancet.
  • Strachan, D. P. (1989).Hygiene Hypothesis.BMJ.
  • Tisoncik, J. R. et al. (2012).Into the Eye of the Cytokine Storm.Microbiology and Molecular Biology Reviews.
  • Yshii, L. M. et al. (2022).CTLA-4 Blockade in Autoimmunity.Nature Immunology.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi tim kami di AVIDA Bioscience!

Leave A Comment

2025
Best Provider for RUO Products
AVIDA Bioscience

Accelerate Your Research